Jumat, 31 Oktober 2014

SUKACITA KARENA BERBUAT BENAR

SUKACITA KARENA BERBUAT BENAR
( YOHANES 14 : 15-21)
            Shalom !
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Tuhan, kita sungguh bersyukur untuk Kasih Tuhan bagi kita.. Dia begitu baik bagi kita! Sebuah pertanyaan yang menjadi bahan perenungan bagi kita, Lebih mudah mana untuk dilakukan, berbuat baik atau berbuat tidak baik?

Mari kita coba membayangkan keadaan berikut. Suatu siang yang terik di jam istirahat. Kamu bersiap untuk pergi ke kantin. Di tengah jalan, ada temanmu yang kayaknya lagi kesakitan. Ternyata, uang jajannya hilang dan dia sangat kelaparan. Sementara posisinya, kamu lagi punya uang lebih. Nah, apa yang akan kamu lakukan? Menolong dia? Ataukah membiarkan dia kelaparan begitu? Saya yakin pasti kita akan menolong dia bukan?
Itulah yang akan kita bahas hari ini. Mari kita lihat dan perhatikan apa yang firman Tuhan katakan kepada kita.
Saudara-saudara terkasih dalam Tuhan, Firman Tuhan hari ini mau mengajarkan kepada kita betapa pentingnya berbuat baik dan mengasihi sesama kita. Tuhan Yesus sendiri sebelum meninggalkan dunia ini, telah memerintahkan kepada murid-murid-NYA untuk mengasihi sesama dan berbuat baik.

 Nah, sekarang yang menjadi pertanyaannya, Apa alasan, mengapa kita harus berbuat baik? Firman Tuhan mencatat, ada 3 alasan, kenapa kita harus berbuat baik.

1.      Karena Berbuat baik dan benar adalah gaya hidup orang Kristen.
Banyak orang masa kini, tampil dengan macam-macam model dan gaya hidup yang nge-trend. Disamping itu, Ada juga gaya hidup yang buruk yang kadang sudah menjadi kebiasaan banyak orang, seperti merokok, main judi, bolos, melanggar aturan, dsb. Tentunya, ini bukan gaya hidup yang benar dan dikehendaki Tuhan. Lalu, gaya hidup seperti apa yang dikehendaki Tuhan? Ternyata gaya hidup yang kita harus lakukan adalah mentaati Firman Tuhan.  Salah satunya mengasihi sesama kita dan berbuat baik. Karena itu, mari kita jadikan mengasihi dan berbuat baik sebagai gaya hidup kita.

2.      Karena berbuat baik dan benar bukti bahwa kita mengasihi Tuhan (Ay. 21)
Ada ungkapan popular yang mengatakan, “TALK LESS DO MORE”. Ungkapan ini bermakna sedikit berbicara, berbuat nyata (dan banyak). Ada orang Kristen yang mengklaim dirinya sudah mengasihi Tuhan, rajin ke gereja, rajin ikut persekutuan, akan tetapi sayangnya kelakuannya tidak seperti itu. Setiap hari dia berbuat jahat, sombong, berdusta, suka menghina, dsb. Ayat 21 pembacaan kita mengatakan bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita harus membuktikannya dengan mentaati perintah-NYA, khususnya perintah saling mengasihi dan berbuat benar. Mari buktikan cinta kita pada Tuhan dengan cara setia melakukan Firman-NYA.

3.      Karena orang yang berbuat baik akan dikasihi dan diberkati Tuhan (Ay. 23)
Pada ayat 23, Tuhan Yesus telah berjanji bahwa kepada siapapun yang dengan setia mentaati Firman Tuhan dan tentunya mengasihi sesamanya, maka akan ada hadiah Khusus yaitu Kasih Karunia Allah dan Kehadiran Tuhan dalam hidupnya akan dinyatakan.

Saudar-saudara yang terkasih dalam Tuhan, Mari kita belajar, untuk mengasihi Tuhan dan sesama kita, berbuat baik kepada semua orang. Karena seperti tema kita, Berbahagia karena berbuat benar, maka pasti perasaan kita akan bersukacita dan berbahagia bila kita melakukan kebaikan sekecil apapun itu. Bahkan lebih dari itu, Tuhan berjanji akan memberkati kita bila kita tetap setia hidup menuruti Firman-Nya sampai akhir.

Kiranya Tuhan menolong kita, Amin.

Renungan Firman Tuhan 31 Oktober 2014

Raihanda Dwimart Mangawe

Kamis, 28 November 2013

Dasar Theologia Kristen

YESUS ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT MANUSIA...

Ada beberapa hal yang ingin saya luruskan di sini mengenai pemahaman mengenai Kristus :

    Yesus adalah Allah Sendiri yang mengosongkan diri-NYA, meninggalkan segala kemuliaan-NYA di Sorga dan mengambil rupa sbagai manusia di Dalam Pribadi Yesus Kristus. alasannya adalah agar manusia di Bumi dapat mengenal dan menerima-NYA. Yesus saja mempunyai cara kelahiran yang unik dan tidak seperti seluruh manusia. Umumnya manusia, untuk mendpatkan keturunan itu harus melalui proses reproduksi seperti pembuahan sel telur. namun tidak demikian dengan Yesus. ketika itu, Roh Allah (Roh Kudus) menaungi Maria (Ibu Yesus) sehingga Maria beroleh karunia untuk melahirkan Yesus padahal kala itu ia belum bersetubuh dengan Yusuf. ini dilakukan agar Manusia dan Dunia dapat menerima dan mengenal DIA!
    Yesus Adalah satu-satunya jalan ke surga. Yoh. 14 : 6 mengatakan, "... Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Aku = Yesus Kristus). Menurut William Hendriksen,  "Yesus tidak semata-mata menunjukkan jalan itu; Ia sendiri adalah jalan itu. Adalah benar bahwa Ia mengajarkan jalan itu (Mark 12:14; Luk 20:21), memimpin kita di dalam jalan itu (Luk 1:79), dan telah memberikan kita jalan yang baru dan hidup (Ibr 10:20); tetapi semua ini memungkinkan hanya karena Ia sendiri adalah jalan itu"
 Dalam hal ini Yesus berbeda dengan semua pendiri agama lain. Mereka  paling - paling  menunjukkan  jalan,   tetapi mereka tidak pernah mengatakan:   ‘Akulah jalan’. Dan pada waktu mereka menunjukkan jalan, kita perlu menginga kata-kata Kitab Suci:
“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju   maut”  (Amsal 14:12). Ini menunjukkan bahwa Yesus Kristuslah satu-satunya jalan ke Surga.
    Kita dapat buktikan ke-TUHAN-an Yesus Kristus dalam ayat berikut :
Yohanes 13:13 "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."
Kita melihat bahwa Yesus Sendiri mengakui bahwa IA adalah TUHAN. Oleh Karena itulah, maka kita semua sebagai anak-anakNYA WAJIB MENYEMBAH DAN PERCAYA PADA-NYA!
> Lukas 4:8 => Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
> Matius 4:10 => Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

selain itu, syarat memperoleh keselamatan dalam Iman Kristen sangat mudah, yaitu :
PERCAYA DAN MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT SECARA PRIBADI, MENGAKUI BAHWA PENGORBANAN KRISTUS DI KAYU SALIB TELAH MENYELAMATKAN MANUSIA DARI PENGHUKUMAN KEKAL.
tidak mungkin seseorang dapat masuk surga karena hanya karena perbuatan dan amal baik. Roma 6 : 23 mengatakan bahwa Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
Berdasarkan ayat ini kita harus menyimpulkan bahwa bagaimanapun baiknya hidup seseorang, dan agama apapun yang ia anut, kalau ia tidak mempunyai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka ia tetap akan pergi ke neraka. Mengapa? Karena ia tetap adalah orang berdosa, sehingga tanpa Penebus / Juruselamat dosa maka ia harus membayar sendiri hutang dosanya di dalam neraka.



Cat : Sebagian dari tulisan ini di ambil dari website resmi Rev. Budi Asali, M.Div.



Minggu, 08 September 2013

Salam Dari Admin

Shalom Blogger,,
Ini adalah blog khusus yang berisi konten-konten atau artikel-artikel tentang Pengetahuan dan apa saja yang berkaitan tentang Pelayanan, Alkitab, Teologi, dan lain-lain mengenai kekristenan..

kiranya sobat-sobat Kristus semua diberkati melalui blog ini dan Iman kita pada Kristus makin kuat.

Salam dalam Kasih Kristus..